Hingga saat ini, apa yang terjadi padaku selalu aku kabarkan padamu, meskipun tidak semuanya. Namun, hal yang tak pernah aku ceritakan padamu dalam hidupku adalah soal cinta. Ketika aku merasakan suka pada orang lain, seketika itulah mulut ini tak sampai hati menceritakan segalanya tentang itu. Senang dan sedih aku rasakan sendiri. Bukan karena apa, namun hanya karena aku benar-benar ingin menutup rapat-rapat tentang ini sebelum semuanya jelas dan pasti.
Begitu juga denganmu, aku sangat tahu, hal itu juga yang sangat tertutup untuk diceritakan. Bahkan perasaanku mengatakan mungkin justru hanya sedikit dan bahkan tak ada satupun orang yang tahu tentang siapa yang selalu kamu harapkan sebagai pendampingmu kelak. Menyimpan semuanya sendiri, itu yang selalu kamu lakukan. Dan itu pula yang selalu ingin aku pelajari. Ketika aku membaca sebuah kalimat yang pada intinya itu merupakan sebuah pengharapanmu tentang dia, secercah simpul senyuman muncul dari bibir ini. Dan aku hanya bisa mengamininya, amin, untukmu.
Bagiku, mengobrol panjang lebar, membahas tentang kehidupan, menjawab semua pertanyaan, dan menghabiskan waktu untuk sejenak bertukar pikiran denganmu itu adalah sebuah kesempatan yang sangat sulit aku dapatkan saat ini. Jadi ketika kesempatan itu datang, aku benar-benar antusias untuk menyambutnya. Yah, meskipun belum semuanya, namun aku cukup lega dengan kesempatan beberapa jam itu. Setidaknya menambah referensi jawabanku.
Ingin sekali aku tidak tergantung padamu. Aku tahu, hidup bukanlah untuk menjadi orang yang individualis, hidup haruslah menjadi orang yang sosialis. Aku paham benar dengan ujaran-ujaranmu itu. Tapi tetep, aku ingin bisa kuat dan menjalani segala masalah dengan tegar dan optimis sepertimu yang selalu bisa menikmati hidup. Aku juga tahu, mungkin bagimu aku sama saja dengan semua temanmu. Tapi tidak bagiku, aku menempatkanmu pada tempat yang terbilang spesial diantara teman-temanku. Aku tahu betul bahwa kamu tak akan pernah melupakanku. Tapi ketahuilah, aku lebih dari itu. Sekalipun aku lupa, nggak tahu, nggak mencari tahu kapan hari ulang tahunmu, tapi aku akan selalu ingat kamu, walaupun memang sudah tidak sesering dulu aku bercerita padamu.
Hati kecilku berkata, salah satu diantara kita berdua ada yang akan pergi. Mungkin saja itu aku, aku yang akan meninggalkanmu. Dan tak sadar air mata ini turun perlahan.
Semoga suatu saat nanti apa yang menjadi harapanmu, apa yang menjadi harapanku, bisa terwujud atas ridha Tuhan Yang Maha Esa.
Amin.
Baca Selengkapnya →Sejujurnya Aku Takut Menerpa Ombak di Pantai, Setakut Aku Menjalani Hidup Ini.
Sejujurnya Aku Takut Menerpa Ombak di Pantai, Setakut Aku Menjalani Hidup Ini.
Posted by deastu at 23.08 2 commentsSelasa, 06 November 2012
Langganan:
Komentar (Atom)



