Pemikiran seseorang itu memang bisa berubah-ubah. Terkadang apa yang kita harapan tak sebanding dengan kenyataan. Nggak semua rencana kita disetujui oleh orang lain. Aku sadar akan hal itu.
Sepulangnya dari sana tadi, aku menghela nafas. Tapi aku harus tetap bisa mengalahkan perasaan itu. Perasaan yang muncul karena sedikit kekecewaan karena hal itu. Tapi aku harus tetap profesional. Di kampus masih ada banyak persoalan yang harus aku selesaikan. Tidak aku pungkiri, ternyata anginpun membawaku masuk ke dalam pemikiran itu lagi.
Di sepanjang perjalanan menuju kampus, lagi-lagi aku bertanya, "Apa sih yang kamu cari?", "Kenapa sih nggak bisa sabar dikit aja?", dan berbagai pertanyaan yang nggak pernah ada jawabannya. Aku ikhlas kok, toh apapun yang terjadi ya anda tetap adalah teman saya. Nggak mungkin saya berubah hanya karena itu. Sayapun tetap menyayangi anda sebagaimana saya menyayangi teman-teman lainnya.
Sedih rasanya melihat keadaanmu tadi. Ya aku sih cuma bisa berdoa, semoga semuanya lancar.
Tiba-tiba tadi aku teringat akan 2 kalimat yang ternyata pernah kamu ucapkan padaku. Dulu, sekitar dua tahunan lalu, aku pernah bertanya, "Panggilan kamu itu "A" apa "B" sih?", dan kamu menjawab," "A" boleh, "B" lebih baik". Lalu, beberapa bulan lalu aku juga pernah bertanya ke kamu, "Menurut kamu, hal "C" itu gimana?", dan kamu menjawab, "C itu boleh, tapi lebih baik jangan". Aku tersadar akan dua frase yang sama,
Baca Selengkapnya →Boleh.... tapi Lebih Baik...
"...BOLEH,...LEBIH BAIK...". Ya, dua frase itu. Kenapa di setiap boleh selalu ada lebih baiknya? Nah, kamu saja beranggapan ada yang lebih baik, kenapa sekarang malah tidak memilih kata lebih baik itu? kenapa justru memilih kata boleh? Kenapa? Kenapa? dan kenapa? Cuma kalimat itu yang sering muncul sejak waktu itu. Sebuah pertanyaan yang kamu sendiri pernah menjawabnya dengan jawaban, "Aku juga nggak tau kenapa aku bisa seperti itu...". Tapi keadaannya sekarang seperti ini. Mungkin memang harus ada yang bisa mengerti, memahami, dan menerima hal ini. Aku nggak pernah tau ke depannya akan seperti apa. Tapi yang jelas, semoga semua yang terjadi nantinya ya itu adalah yang terbaik untuk kamu, dia, aku, kita, dan mereka.



