Le dimanche, 5 décembre 2015.

Jumat, 04 Desember 2015

JOYEUSE ANNIVERSAIRE, MAMAN... Selamat Ulang Tahun, Ibu... Di 45 tahun ini, aku tidak memberikan apa-apa selain doa yang inshaAllah tak akan pernah putus. Bu, musibah kecelakaan 4 hari lalu adalah kesedihan teramat bagiku. Jangan salahkan aku jika mulai sekarang aku akan menjadi over protective ke Ibu. Trauma itu begitu mendalam. Sering aku menangis ketika tiba-tiba bayangan tentang kecelakaan kemarin kembali muncul di pikiranku. Bu, rasanya tidak ada yang ingin aku pertahankan selain keberadaan Ibu. Aku takut kehilangan lagi orang-orang yang aku sayangi. Walaupun memang semua sudah Allah yang atur, tapi tetap aku ingin selamanya bersama Ibu. Yang aku kerjakan sekarang hanyalah selalu ingin bersama Ibu. Aku tak ingin Ibu lelah sedikitpun. Biar aku saja yang mengerjakan segalanya. Biar aku saja yang menanggung semuanya juga. Bu, jujur, sering aku menangis jika sedang sendirian. Bukannya aku menangisi keadaan, bukan. Aku pasrah dan bahagia atas segala yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Air mata yang keluar ini adalah bentuk dari semua kalimat yang tak bisa aku ungkapkan. Bu, aku ingin melanjutkan studi. Tapi akupun ingin bisa membawa Ibu. Ibu ikut yuk sama aku. Biar aku bisa selalu tahu keadaan ibu. Sesudahnya aku sekolah nanti, aku ingin bisa segera mendapatkan pekerjaan yang layak, agar bisa segera bahagiakan Ibu. Bu, di saat-saat seperti ini, kini aku tahu bagaimana mereka sebenarnya. Terutama dia, dia yang selalu aku banggakan. Ternyata, dalam kedaan duka seperti ini, dia tak ada, Bu. Aku kecewa kepadanya. Keyakinanku selama ini salah. Aku kira dia yang akan selalu mendampinginku, menjadi sahabat sejatiku. Tidak bu, tak pernah dia tanyakan keadaanku. Bu, sekali lagi selamat ulang tahun. Maafkan atas segala salahku... Je t’aime, toi. Je t’aime, toi.

0 comments:

Posting Komentar