Pilihannya cuma 2, mau lanjut atau berhenti.Malam ini aku sedang menikmati kegelisahanku. Kegelisahan yang terkadang menurutku ini hanyalah sekecil ulah dari kenekatanku. Mungkin hanya diam satu-satunya cara terampuh untuk mengatasi keresahan yang tak sebanding dengan kebahagiaan yang selama ini Tuhan berikan untukku. Tuhan, maafkanlah aku yang selalu masih sering merasa sepi. Kalau aku melihat ke belakang, jika aku melihat dari banyak sisi, harusnya aku sadar. Bersyuku atas segala pemberianMu adalah hal yang ingin selalu bisa aku buktikan. Tuhan, malam ini ingin kusampaikan kepadaMu tentang kata-kata yang berkecamuk dalam otak yang juga hadiahMu ini. Malam memang saat di mana kita bisa semakin dekat, walau hanya saling merasa dan sesungguhnya harus terus berasa. Malam akan menjadi saksi kunci betapa tak ada lagi yang aku ragukan dari diriMu. Tuhan, seringkali aku hanya ingin berada tenang bersamaMu. Namun, aku sadar. Justru Engkau yang ingin kami bergerak. Bukan untuk merubah nasib, tapi untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama makhlukMu. Man Jadda, Wa Jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh, dia yang akan berhasil. Kalimat Arab itu berputar-putar menemani setiap langkahku. Tuhan, seringkali pula aku bertanya pada hati terdalam. Apa yang sedang aku lakukan? Apakah ini benar? Apakah nantinya akan menjadi hal yang baik? Allahu Akbar. Aku tak pernah ragukan Engkau. Kau tau kan sesuatu yang selalu aku inginkan itu? Aku tidak sedang bernego denganMu. Buat apa? Aku meminta, bukan bernego. Datanglah, aku merindukanMu, sangat.
Aku tidak sedang bernego denganMU
Posted by deastu at 08.14Selasa, 12 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar