Andai saja aku bisa mengungkapkan lirik ini padanya... (hahaaa...)

0 comments

Minggu, 11 Maret 2012

Ini emang lagu campursari, lagu ini adalah salah satu lagu yang paling aku suka. Kalau seseorang yang membaca sekilas, mungkin menganggap ini nggak keren. secara, campur sari gitu loh, cuma orang-orang tertentu yang bilang ini menarik. tapi bagiku, lirik lagu ini menggambarkan kamu dan aku banget, heheheee. oh iya, aku juga akan mencoba menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar lebih berwarna. BANYU KALI wis ndhek mbiyen akeh sing ra seneng. wis ndhek mbiyen ake sing dho nggunem. Marang sliramu sing tak tresnani. Ora ngerti kowe salahe opo. Roso tesno opo kuwi salah. Roso tresno ra biso dicegah. Ben kali banjir segoro amber. Mung sawiji wong kang tak tresnani. O ojo ngono ojo ngono ojo ngono. Pengen ngono ojo ngono. O ora ngono ora ngono ora ngono. Arep ngono kudu ngono. Banyu kali mandheke ning segoro. Bening buthek opo jarene kono. Ati iki kadung tresno. Susah seneng aku lilo nrimo. Banyu kali mandheke ning segoro. Yen dibendung amber dadi ciloko. Ati iki kadung tresno. Yen ra de'e luwih becik ra sido. AIR SUNGAI Telah lama banyak orang yang tidak suka. Telah lama banyak orang yang membicarakan. Kepada dirimu, yang kusayangi. Tak pernah tahu, apa salahmu. Rasa cinta, apakah itu salah? Rasa cinta, tak dapat dicegah. Walaupun sungai banjir, walaupun laut tumpah, Hanya satu orang yang kucintai. Jangan begitu,.. Ingin begitu, ya harus begitu. Bukan begitu,.. Akan begitu, ya harus begitu.. Air sungai berhenti di lautan. Bening ataupun keruh itu terserah nanti. Hati ini terlanjur cinta. Susah senang, aku rela menerima. Air sungai berhenti di lautan. Kalau dibendung, tumpah menjadi petaka. Hati ini terlanjur cinta. Kalau tidak dia, lebih baik tidak jadi. Ya, bait pertama memang benar-benar menggambarkan dirimu. Banyak orang yang tidak suka padamu, tapi mengapa hanya aku yang berpendapat berbeda? Mengapa hanya aku yang bisa memaklumimu? Mengapa hanya aku yang berkata bahwa kamu tidak salah? Hahaaa... Ya, karena aku menyayangimu. Dan aku juga yakin, bahwa memang aku tidak main-main. Bahwa memang akulah yang bisa berada di sampingmu. Ya, walaupun hingga detik ini tak pernah aku berani untuk berkata ini semua. Namun aku yakin, Tuhan tahu segalanya, dan Tuhanlah yang pasti akan membuat semuanya menjadi lebih indah pada waktunya...... :) :) :)
Baca Selengkapnya →Andai saja aku bisa mengungkapkan lirik ini padanya... (hahaaa...)

Kalau ada palang stopan, makanya ikutin perintahnya !

0 comments

Sabtu, 10 Maret 2012

Lelah sekali rasanya, dari pagi sampai jam setengah delapan malam di kampus. Emang sih sempet pulang, itupun juga maksa ijin duluan sama temen-temen waktu rapat. Bagaimana bisa aku nggak pulang kalau nantinya aku tahu bahwa aku bakal di kampus sampai malam. Akhirnya selesai juga latihan paduan suara kali ini. Jam menunjukkan pukul 19:30. Ahh, pengen cepet pulang, cepet OL. (hahaa). Namun temenku meminta aku untuk nebengin dia ke kosannya, Oke, Fine. Jalan di UB menuju pintu keluar yang ke arah watu gong, di deket pertigaan fakultas pengairan, ada palang merah bunder gede alias stopan. Ditambah lagi sepotong bambu panjang penutup jalan. Batinku,
ihh, opo.opon se UB iki. Pake acara tutup-tutupan segala! Haahaa, masih bisa dilewati kok, santai ajaaaa
Semakin mendekati gerbang keluar, eh, malah emang ditutup, yang lebih parahnya, kenapa 4 orang satpam itu malah nonton bola di pos. Dasar satpam gila, bukannya ngejagain gerbang malah nonton bola. Huuuuuu!
Sudahlah, Pit, puter balik aja, emang ditutup kok... (kata temenku di boncengan)
Nggak bisa gitu, Rin! Musti tau dulu apa penyebabnya kok sampai pake acara ditutup segala. Hmm, okelah..
Lalu aku memutar motorku, karena ada lobang, jadi aku harus lebih ke tepi, dan apa yang terjadiiii.....
jreng jreng jreeeeeeeeeng....!
tepat di depan gedung MENWA, Langsung teriak,
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar! kepala siapa ituuuuu!!! Anjing, Dasar! (dan berbagai ungkapan ketakutan lainnya)
Temenku yang di belakang seketika menyabukkan tangannya di pinggangku,
opo iku pit! opo iku pit! opo iku pit! (sambil terengah-engah)
hati ini semakin berdebar-debar, nggak karu-karuan rasanya. Kaya dikejar setan!
dan aku, Ya Allah Ya Allah, rin... Gak cuma 1 rin, di depan masih banyak! mereka bawa pistol!
Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrgggggggggghhhhhh!!!!!!
Dalam hati aku cuma berkata, Oh Tuhan, percepat motorku....... Dan setelah melewati stopan tadi yang sengaja aku lewati, yang di pertigaan pengairan tadi, barulah kita bisa bernafas lega. Ya ampun.. ternyata sepertinya itu tadi resimen UB lagi ngadain pelatihan atau apalah semacemnya itu. Jadi emang jalan sengaja distop. Dan mungkin mereka itu ibaratnya lagi mengadakan pengintaian. Jadi beberapa orang dengan pakaiannya, lengkap dengan helm beserta senjatanya, tiarap di sepanjang jalan itu. Yang bikin kaget itu, kan kita nggak merhatiin arah bawah, eh gara-gara muter balik dan ada lobang, jadinya ngeliat arah bawah deh. Dan sumpah terkaget-kaget waktu ngeliat seonggok kepala di balik helm, yang ternyata nggak cuma 1, tapi banyak di tepi jalan, lengkap dengan senjata laras panjangnya,... Aku, dan temenku, yang sama-sama cewek, ya jelaslah kaget.. Yang ada di imajinasiku, kita bagaikan memasuki kawasan terlarang / steril, dan kalau tidak segera pergi maka mereka akan menembak kita. Aku juga ngerasa kaya lagi di jaman PKI, (ini efek kebanyakan nonton film SOE HOK-GIE sih), suasananya sangat mencekam di malam kematian. Sumpah, imajinasiku terlalu liar. -.-" Setelah keadaan tenang, dengan kepala dingin, akhirnya kami berdua mulai mencari-cari apakah sebenarnya itu tadi. Hmm... Satu pelajaran yang dapat diambil setelah kejadian tadi,
Kalau ada palang simbol "stop", jangan pernah coba-coba untuk menerobos dan sok-sok an nggak percaya kalau emang itu distop karena lagi ada sesuatu.
haahahahahahahahaaaaaa Dan satu lagi yang aku pikirkan, bagaimana isi dalam hatinya menwa-menwa tadi ya??? paling juga mereka sebenernya pengen ketawa waktu ngeliat aku dan temanku tadi yang motornya langsung oleng sambil mengeluarkan berbagai ungkapan ketakutan ketika kaget melihat mereka yang sedang tiarap itu.... hahaaa... Sangking ae diempet... heheheheheee Aku jadi inget suamiku (bima), dia kan jadi menwa sekarang. Apakah mungkin salah satu diantara mereka yang tiarap tadi adalah bima ya???? huakakakakakakakakkkkkkk # cerita ini disunting dengan menggunakan efek pelebaiyan.
Baca Selengkapnya →Kalau ada palang stopan, makanya ikutin perintahnya !

Aku Diam Bukan Berarti . . .

0 comments

Rabu, 07 Maret 2012

Malam ini, ketika lampu jalan gemerlapan memberiku salam kehangatan, seraut senyummu mengaburkan pandanganku. Terbesit pemikiran yang seperti dulu,
Di saat semuanya merasa kesal, mengapa hanya aku yang memandang itu adalah sebuah keindahan?
Bahkan akupun teringat sebuah kalimat yang pernah muncul dari dasar hati,
Di saat tak ada satupun yang mendukungmu, "aku", ya, "aku", aku yang akan mendukungmu.
Mengapa? Mengapa hingga kalimat demikian berserakan dalam hatiku? Hari ini banyak sesuatu yang cukup menyeka hati dan pikiran. Dalam diamku, kusimpan segala kebimbangan. Semangat yang dulu membara, kini mulai padam. Hanyalah ilusi semata. Di saat semua orang berbicara tentang kehampaan dan keriuhan, aku ingin berbicara padamu tentang cinta dan keindahan. Tentang udara di bukit yang menusuk memasuki setiap ruang yang ada dalam hatimu dan hatiku. Sedikit ingin kutundukkan kedua mata ini, ada berbagai kebahagiaan yang belum pernah dijamah. Ya, memang, saat otak mulai merasa lelah dengan semuanya, alam bawah sadar pasti akan mengajak kita untuk sedikit melihat ke bawah. Menjumpai setiap kebahagiaan yang sebenarnya sudah tersedia dari dulu. Kalau aku yang mengalami seperti tadi, apa jadinya? Akankah aku sanggup? Bahkan untuk meyakinkan diriku saja aku merasa harus berpikir sejuta kali. Apa lebih baik meletakkan perasaan ini dalam sebuah kehampaan?
Baca Selengkapnya →Aku Diam Bukan Berarti . . .

Baru Terasa Sayang kalo Udah Mau Pergi....

1 comments

Senin, 05 Maret 2012

Aaaaarghh.... kenapa jadi lebay begini??? Tinggal beberapa jam lagi. Mungkin besok, lusa atau...ah pokoknya gak lama kok, Keiza bakal dikasi ke orang lain. Aku tau dia pasti hidupnya akan terjamin dengan keluarga barunya nanti, sama seperti di sini. Aku yakin, mereka pasti juga akan menyayanginya sama seperti di sini. Tapi, kok ada perasaan bagaimana gitu ya menjelang detik-detik perpisahan sama Keiza.. Nanti kalo aku nangis gimana? Ihh, kan malu-maluin... Gini ini, baru terasa kalo udah mau pisah. Abisnya, dia sekarang berbeda, nakal, suka gigit, garang, pinter ngelepas rantai, udah nggak manis kaya dulu deh. Itu alasan kenapa sekarang Keiza mau dikasiin ke orang lain. Daripada dia dia dilepas rantainya, trus ke jalan-jalan, ditangkep orang, iya kalo dirawat, kalo dijual? Makanya kita mutusin buat ngasih ke orang yang udah dari dulu emang kepengen melihara. Tadi, orang itu seneng banget waktu dikabarin Keiza mau dikasiin, begini tanggepannya,
"Oh ya?!?! Waaaaa! Aduh aku seneng banget!!! Tapi nggak bisa sekarang lho ya, karena aku masih ada acara di rumah sampai malem, mungkin besok aku ke sana. Aku tak bawa mobil."
Hmm......
Good bye, Honey,.. Semoga keluarga barumu nanti juga akan sesayang keluargaku. Walaupun aku yang selalu memusuhimu (nggak sesayang Ibu ke kamu), tapi mendengar kabar kalo kamu bakalan dikasiin orang lain, jadi ngerasa gimana....gitu. Udah satu tahun lebih kita sama kamu, kalo nanti kamu udah nggak di rumah, pasti akan ada sedikit suasana berbeda. Yang tadinya bising dengan meonganmu, pasti nanti nggak akan ada lagi itu, pasti nanti bakalan sepi... (aduh kok jadi lebay se......?) (malah pengen nangis sekarang. Hahaaa)
Baca Selengkapnya →Baru Terasa Sayang kalo Udah Mau Pergi....

Aku Akan Terus Berdoa Tiap Jam 10 Malam.......walaupun.....

0 comments
Malam ini, sepanjang perjalanan pulang sekitar satu jam yang lalu, aku merasakan seakan-akan lampu-lampu yang cerah itu menyimpan sebuah duka. Sama seperti perasaanku setelah latihan tadi. Hmm, susah rasanya kalau ingin maju tapi di personalnya sendiri yang tak mau untuk berdedikasi atas pilihannya dulu.
Ingin memajukan!
Ingin membawa nama baik!
Sukses! Sukses! sukses!
dan segala tetek bengeknya itu
ahh,,, hanya akan menjadi klise jika hanya berucap itu di awal namun pada pelaksanaannya, seperti itu. Bayangan yang indah-indah mulai luntur seiring melihat kenyataan seperti itu. Benar kata salah seorang tadi,
hopeless
Fiuhh.
Di mana letak tirakat kita......?
Perasaanku saat ini antara iya dan tidak, antara yakin dan tidak, antara semangat dan tidak. Ahh, namun apapun yang terjadi, satu yang pasti,
aku masih akan terus berdoa setiap jam 10 malam
Doa agar "jadi" berangkat memang masih aku ucapkan, tapi doa kali ini mungkin tidak hanya sebatas itu. Aku juga mau berdoa agar segalanya lancar, agar Tuhan membuka hati mereka untuk lebih tirakat dan berdedikasi,.. Ya, dan aku yakin kegiatan itu nggak akan berhenti sampai di sini. Karena sesungguhnya, aku yakin, semuanya pasti sebenarnya sayang dan ingin membanggakan, ya mungkin tirakat mereka aja yang belum sepenuhnya berkata "iya". Saya yakin, pasti suatu saat semua bisa terbuka pemikirannya. Amin.......
Keep Fight, kawan-kawan!!!!!!!
Keep Fight, My Faculty!!!!!!!
Kita pasti bisa!!!
:) :) :) :) :) :) :)
Baca Selengkapnya →Aku Akan Terus Berdoa Tiap Jam 10 Malam.......walaupun.....