Lelah sekali rasanya, dari pagi sampai jam setengah delapan malam di kampus. Emang sih sempet pulang, itupun juga maksa ijin duluan sama temen-temen waktu rapat. Bagaimana bisa aku nggak pulang kalau nantinya aku tahu bahwa aku bakal di kampus sampai malam. Akhirnya selesai juga latihan paduan suara kali ini. Jam menunjukkan pukul 19:30. Ahh, pengen cepet pulang, cepet OL. (hahaa). Namun temenku meminta aku untuk nebengin dia ke kosannya, Oke, Fine.
Jalan di UB menuju pintu keluar yang ke arah watu gong, di deket pertigaan fakultas pengairan, ada palang merah bunder gede alias stopan. Ditambah lagi sepotong bambu panjang penutup jalan. Batinku,
ihh, opo.opon se UB iki. Pake acara tutup-tutupan segala! Haahaa, masih bisa dilewati kok, santai ajaaaa
Semakin mendekati gerbang keluar, eh, malah emang ditutup, yang lebih parahnya, kenapa 4 orang satpam itu malah nonton bola di pos. Dasar satpam gila, bukannya ngejagain gerbang malah nonton bola. Huuuuuu!
Sudahlah, Pit, puter balik aja, emang ditutup kok... (kata temenku di boncengan)
Nggak bisa gitu, Rin! Musti tau dulu apa penyebabnya kok sampai pake acara ditutup segala. Hmm, okelah..
Lalu aku memutar motorku, karena ada lobang, jadi aku harus lebih ke tepi, dan apa yang terjadiiii.....
jreng jreng jreeeeeeeeeng....!
tepat di depan gedung MENWA,
Langsung teriak,
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar! kepala siapa ituuuuu!!! Anjing, Dasar! (dan berbagai ungkapan ketakutan lainnya)
Temenku yang di belakang seketika menyabukkan tangannya di pinggangku,
opo iku pit! opo iku pit! opo iku pit! (sambil terengah-engah)
hati ini semakin berdebar-debar, nggak karu-karuan rasanya. Kaya dikejar setan!
dan aku, Ya Allah Ya Allah, rin... Gak cuma 1 rin, di depan masih banyak! mereka bawa pistol!
Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrgggggggggghhhhhh!!!!!!
Dalam hati aku cuma berkata, Oh Tuhan, percepat motorku.......
Dan setelah melewati stopan tadi yang sengaja aku lewati, yang di pertigaan pengairan tadi, barulah kita bisa bernafas lega. Ya ampun.. ternyata sepertinya itu tadi resimen UB lagi ngadain pelatihan atau apalah semacemnya itu. Jadi emang jalan sengaja distop. Dan mungkin mereka itu ibaratnya lagi mengadakan pengintaian. Jadi beberapa orang dengan pakaiannya, lengkap dengan helm beserta senjatanya, tiarap di sepanjang jalan itu. Yang bikin kaget itu, kan kita nggak merhatiin arah bawah, eh gara-gara muter balik dan ada lobang, jadinya ngeliat arah bawah deh. Dan sumpah terkaget-kaget waktu ngeliat seonggok kepala di balik helm, yang ternyata nggak cuma 1, tapi banyak di tepi jalan, lengkap dengan senjata laras panjangnya,...
Aku, dan temenku, yang sama-sama cewek, ya jelaslah kaget..
Yang ada di imajinasiku, kita bagaikan memasuki kawasan terlarang / steril, dan kalau tidak segera pergi maka mereka akan menembak kita. Aku juga ngerasa kaya lagi di jaman PKI, (ini efek kebanyakan nonton film SOE HOK-GIE sih), suasananya sangat mencekam di malam kematian. Sumpah, imajinasiku terlalu liar. -.-"
Setelah keadaan tenang, dengan kepala dingin, akhirnya kami berdua mulai mencari-cari apakah sebenarnya itu tadi.
Hmm...
Satu pelajaran yang dapat diambil setelah kejadian tadi,
Kalau ada palang simbol "stop", jangan pernah coba-coba untuk menerobos dan sok-sok an nggak percaya kalau emang itu distop karena lagi ada sesuatu.
haahahahahahahahaaaaaa
Dan satu lagi yang aku pikirkan, bagaimana isi dalam hatinya menwa-menwa tadi ya??? paling juga mereka sebenernya pengen ketawa waktu ngeliat aku dan temanku tadi yang motornya langsung oleng sambil mengeluarkan berbagai ungkapan ketakutan ketika kaget melihat mereka yang sedang tiarap itu.... hahaaa... Sangking ae diempet...
heheheheheee
Aku jadi inget suamiku (bima)
, dia kan jadi menwa sekarang. Apakah mungkin salah satu diantara mereka yang tiarap tadi adalah bima ya????
huakakakakakakakakkkkkkk
# cerita ini disunting dengan menggunakan efek pelebaiyan.
0 comments:
Posting Komentar