Mengenalnya SAMA DENGAN Membuka lembaran lalu

Kamis, 16 Februari 2012

Ahh..... aku hanya bisa meneteskan setitik air mata. Ya, mengenalnya adalah sama dengan membuka lembaran laluku. Melihat sekilas foto-fotonya. Kebudayaan, kasih sayang, dan semuanya bercampur menjadi satu. Ruwet, itu yang terjadi malam ini dalam benakku. Seakan dihantarkan menuju sebuah masa lalu yang tak pernah ingin kujumpai, lagi. Beribu niat selalu datang setiap kali aku ke sana.
Aku dilahirkan di sana, aku yakin, itulah yang menyebabkan raga ini terkadang masih ingin tinggal di sana. Berada pada kehidupan di 19 tahun yang lalu
. Indah, cuma itu yang bisa kuungkapkan. Namun, aku juga yakin, seberapa detail perasaan yang ingin kugambarkan saat ini, tetap saja, tak akan ada seorangpun yang akan mengerti.
I love My Hometown,.. T.T
Tapi, tidak, tidak mungkin, aku tidak mungkin kembali. Perasaan itu terlalu sakit. Ya, aku cinta, kebudayaan dan kehidupan di sana, namun, ahh.....sulit sekali hati ini berbicara yang sesungguhnya...
Menjadi Islam, apakah ini takdir, atau hanya kebetulan semata?
Yang jelas, satu yang aku yakini, ini sebuah jalan, jalan kebenaran. Dan Tuhan, sedang mengujiku tentang kekokohan hatiku....... Maafkan aku, Tuhan, jika masih seperti ini tiap kali sepulang dari sana. Karena walau bagamanapun, aku memang masih mencintai kehidupan dan orang-orang di sana, khususnya kehidupan di 19 tahun yang lalu... Maaf... T.T T.T T.T T.T T.T T.T T.T

0 comments:

Posting Komentar