“Stop complaining!” said the farmer

Kamis, 23 Februari 2012

Sore ini, entah mengapa, aku merasa begitu melankolik. Aku merasa lelah dengan keadaan. Aku lelah dengan ketidaksempurnaan dari perintah-perintah yang aku berikan. Perfectsionis, entahlah. Aku cuma tidak ingin ada yang lecet sedikitpun. Aku cuma ingin yang terbaik. Mengapa mereka tidak mau mendengar? Aku lelah dengan apa yang aku berikan. Untuk apa aku mengurus yang tidak mau diurus? .................................................................................................................................... Hanya mendengarkan lagu Donna, Donna, Donna yang membuatku masih terus menerus mencoba untuk kuat bertahan.
How the winds are laughing, they laugh with all their might. Laugh and laugh the whole day through, and half the summer`s night. Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don. Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don. “Stop complaining!” said the farmer, Who told you a calf to be? Why don`t you have wings to fly with, like the swallow so proud and free?”
..................................................................................................................................... Lelah hati, lelah fisik, juga lelah pikiran. Rasa-rasanya tubuh ini tak kuasa untuk bekerja terlalu larut. Berbaring di atas awan, mungkin akan menenangkan sejenak. Sama seperti yang pernah dikatakan,
Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
..................................................................................................................................... Jujur, aku memang sering tidak percaya pada orang lain, aku hanya ingin memastikan, agar semuanya menjadi yang terbaik, agar tidak ada yang kecewa, agar mereka dapat tersenyum. Aku tidak pernah bisa marah untuk ketidaksempurnaan pekerjaan mereka. Yang ada hanyalah justru aku diam, dan tentunya bad mood. Dan hari ini, mungkin semua lelahku bertumpuk menjadi satu, hingga seuntai senyuman pun tak mucul menghiasi indahnya hari ini.... .................................................................................................................................. Mungkin, memakan sebatang coklat atau sebuah ice cream akan sedikit menenangkan batin yang lelah. Oui, peut-etre. ................................................................................................................................... Dan masih kuingat, ketika aku berkata,
"Saya sangat mengagumi Soe Hok-Gie, bu..."
dan kemudian beliau menjawab,
"Bagus, jadikan itu semangatmu. Jadikan itu sebagai penghapus air matamu. Jadikan itu sebagai pembangkit senyummu.
Ya, memang itu yang selalu kuingat tiap kali aku merasa dalam keharuan seperti saat ini....

0 comments:

Posting Komentar