Malang, 3 April 2012
Posted by deastu at 21.32Selasa, 03 April 2012
Lihatlah.... hari berganti.
Namun tiada seindah dulu...
Datanglah, aku ingin bertemu.
Untukkmu, aku bernyanyi...
Untuk “*y*h” tercinta, aku ingin bernyanyi, walau air mata di pipiku..
.......
Ya, setiap kali aku dilanda masalah, rasa-rasanya cuma lagu itu yang bisa membuatku yakin dan tersadarkan bahwa dialah sosok yang sangat aku butuhkan hingga kini. Kadang aku berfikir, pernahkah ia mengingatku? Pernahkah ketika aku memikirkannya diapun memikirkanku? Dan di saat-saat seperti ini tiba-tiba perasaan rindu itu menyeruak. Ingin sekali aku berada dalam pelukannya, merasakan hangat tubuhnya, berada dalam dekapannya untuk sejenak melepas tangis di dadanya. Suatu fenomena yang nggak pernah aku rasakan. Bahkan ketika sekarang satu-satunya orang yang selalu aku jadikan tumpuan dalam setiap masalahku harus berpisah denganku, rasa-rasanya hilang sudah dua orang pelindungku.
Aku tau, aku nggak sendirian. Masih ada teman-temanku di sini, masih ada saudara-saudaraku di sini, masih ada banyak orang di sini. Ya, aku tau. Aku mengerti itu. Namun, tetap saja aku merasa kita nggak lagi utuh..
Biarpun orang berkata A, B, C, D, E, hingga Z padaku, tetap saja, hanya aku, pikiranku, hatiku, dan Tuhan yang tau.
Terserah kalau ada yang bilang tulisan ini terlalu lebay, terserah.
Masalah suka nggak suka, pilih-pilih temen, itu hak setiap individu. Toh aku hormat pada semuanya. Aku akan tetap belajar menghargai orang lain. Terserah mereka mau menghargai aku atau tidak. Itu hak setiap manusia.
Di setiap latihan fisikku, aku senang melakukannya, karena bagiku saat itulah aku bisa meluapkan kepenatanku pada setiap keringat yang menetes dari dahiku. Puas rasanya. Pikiran menjadi terkalahkan oleh rasa lelah.
Malam ini, aku sedikit marah dengan diriku sendiri. Mengapa secepat ini moodyku muncul lagi. Aneh, kenapa aku sensitif banget, gampang sendu. Aku nggak suka aku yang seperti ini. Itulah salah satu alasannya kenapa aku pengen banget ikut olahraga bela diri, biar aku nggak gampang nangis, biar hatiku kuat, biar aku nggak jadi orang yang moody.
Segala yang ingin kukatakan telah kukatakan di sepanjang jalan pulang tadi. Untung aja ada kaca helm, jadi nggak keliatan kalo aku lagi kenapa-kenapa.
Setelah ini, aku mau sholat, agar bisa lebih tenang...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar