Well, BONJOUR A TOUS......!!!!
Posted by deastu at 20.32Senin, 02 April 2012
Well, BONJOUR A TOUS......!!!!
#pasang imot senyum selebar-lebarnya#
Huwth, kangen banget nggak posting di sini. Terimakasih kepada beberapa temanku yang sempet sms, mention, bahkan berkata langsung menanyakan hal yang sama. “Kapan posting lagi??? Kok blognya sepi...?”
Hahaaa... Aku pikir nggak ada yang peduli. Tapi ternyata masih ada yang mau membaca blog yang agak-agak nggak penting ini. Hehe, makasih banyak ya kawan-kawan.
Oke, akan aku jelaskan mengapa baru sekarang aku update postingan lagi. Faktor pertama adalaaaaaah... jreng.jreng.jreng... Aku nggak punya pulsaaaaa *logat pacar kimi*. Iya nih, sekarang baru aku mikir-mikir, ngapain ya aku dulu nafsu banget buat beli modem smart friend yang katanya buat orang-orang yang merasa kurang smart itu, ngapain gitu lho. Aku pake inet jarang-jarang. Kalo nggak fb an, twitter an, google picture, ato blog. Paling banter sih kalo ada tugas gitu baru browsing yang penting-penting. Ato kalo nggak gitu ya cari referensi soal, atau email an. Setelah itu, nothing. Sempet sih mau daftar kelas bisnis online waktu itu, syaratnya yang penting punya lapy and modem. Tapi setelah aku pikir-pikir, nggak dulu deh. Nah, berati, hanya dengan wifi, selesai kan? Ya meskipun aku bakal kaya dulu lagi, berat ngebawa lapynya. Tapi, lebih eman lagi kalo aku cuma pake duwit 50 ribu buat isi pulsa modem yang nantinya hanya aku pake begituan, paling yang keliatan penting karena kepake buat download di youtube. Berasa sayang gitu kalo aku mikir bahwa sebenernya masih ada pemanfaatan yang lebih penting untuk uang 50 rb itu. Heheheheee
Next, alasan kedua, jujur, aku lumayan ngerasa gimana....gitu waktu ada beberapa orang yang bilang, “blogmu galau mulu”, “blogmu nggak penting”, dan semacamnya. Ya, urusan pro ataupun kontra, itu hak setiap individu. Namun, urusan sedikit jadi sakit ati, berasa down, berasa malu ataupun berasa gimana....gitu, itu kan ya hak setiap individu juga kan? C’est vrai ou faux mes amis? Nah, aku jadi males aja kalo entar orang bilang tulisanku banyak sambatnya atau semacamnya lah. Entar disangkanya hidupku nggak pernah bahagia. Hahahahahaaha. Padahal sebenernya yang aku tulis di sini ya sekedar ungkapan perasaanku aja. Entah kenapa aku lebih bisa banyak nulis hal-hal yang mellow daripada menulis tentang ungkapan kebahagiaan. Karena bagiku kebahagiaan cukup hatiku aja yang tau. *aseeeeeek*. Ya meskipun tetep aja pelajaran yang aku dapatkan sampai saat ini bahwa nggak semua orang bisa mengerti orang lain. Namun, bagi kita sendiri, mencoba belajar untuk mengerti orang lain, hukumnya wajib. Wajib Ain! (senyum simpul). Iya, kenapa wajib? Karena dengan mencoba mengerti orang lain, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam hidup ini. Apa sih yang dicari selain kedamaian dalam hidup ini? Nggak ada lagi kan? Uang? Kerjaan? Ketenaran? Atau apa? Ahh, itu semua hanya penyedap. Bumbu utamanya adalah “kedamaian”. Dengan kedamaian, bahagia pasti akan tercipta.
Sebetulnya, aku tetep kok menulis cerita-cerita dalam hidupku selama ini, cuman ya di diary..
Segala sesuatu yang aku tulis di diary itu berati emang bener-bener private, hanya aku, hatiku, dan Tuhan yang boleh tau. Jadi kalau aku nulis di blog, berarti tulisan ini masih layak untuk diketahui orang lain.
Sepertinya, hanya itu sih alasan-alasannya.
Dan sekarang nih yang bener-bener pengen aku tulis kali ini....
Senin, 02 April 2012.
Hidupku masih seperti yang dulu, kadang naik, kadang turun. Aku sempet pengen berhenti nyanyi. Di PSM Univ, aku udah nggak aktif. PSM Fak, yah, begitulah. PSM Prancis, hmm.. Aku merasa capek aja. Aku juga kadang malu dengan diriku sendiri. Aku nggak bisa nahan nafsuku untuk membeli barang-barang yang mahal. Emang sih tuh duwit juga hasil kerjaku, uang uangku juga. Aku ya udah ngasih berapapun yang ibu mau. Namun, tetep aja, aku merasa dengan uang ini, harusnya aku nggak usah terlalu lah untuk membeli barang-barang itu. Toh harga yang dibawah itu pasti ada. Walaupun kewajiban sudah selalu kunomor satukan, walupun mereka bilang aku masih dalam batas wajar dan normal, walaupun ibu juga bilang ya nggak apa-apa, walaupun aku juga masih bisa mengatur uang ini, walaupun tetep uang itu aku sisihkan untuk tabungan perbulannya, walaupun tiada henti-hentinya aku mengingatkan diriku sendiri untuk selalu sodaqoh, tapi pada kesimpulannya tetep aja aku selalu merasa sedikt menyesal begitu setelah membeli barang-barang yang aku beli hanya karena alasan suka beli yang harganya sedikit mahal namun kualitas oke. Huwfth, kadang aku merasa diriku sedikit keterlaluan...
Aku juga udah jarang dapet tawaran tampil nyanyi, lagi sepiiii... Nggak payu... hahaa. Yah, mungkin karena aku juga jarang banget sekarang buat nyari info-info lomba kali ya? Habisnya, aku pengen berusaha mendewakan kuliah, sebagai bentuk tanggung jawabku pada beasiswa.
Aku juga masih pengen mahir cas cis cus bahasa Inggris dan Prancis. Jadi inget pesan motivator itu, kalau kamu menginginkan sesuatu, jangan hanya dipikirkan dan direncanakan. Tapi mulailah, laksanakanlah. Mulai, nanti gimana-gimana selanjutnya dipikir sambil jalan aja. Layaknya orang yang mau masuk kamar mandi. Selalu tanpa pikir panjang kan? Masa ada orang yang mau masuk kamar mandi mikir nanti enaknya gosok gigi dulu atau keramas dulu ya? Odolnya pake apa ya enaknya? Ehm, keramasnya di akhir atau di awal ya? Nggak pernah kan kita mikir seperti itu? Toh nanti kalau ternya handuknya ketinggalan, ya keluar aja lagi, ambil, lalu masuk lagi. Beres kan? Lanjut lagi mandinya... Sama, kalau ternyata di tengah-tengah perjalanan kita dapetin sesuatu yang agak nggak beres, ya nggak apa-apa. Kerjain aja. Toh semuanya pasti akan ada jalan keluarnya.
Sampai saat ini aku belum ngedengerin conversation ataupun belajar soal-soal TOEIC yang udah aku beli waktu itu.
(menghela nafas)
Oh iya, aku sekarang kerja lagi. Tapi emang aku sengaja cuma satu hari dalam seminggu, itupun cuma Jum’at, Sabtu, atau Minggu. Aku keteteran kalau musti kerja di hari efektif seperti dulu. Masih sama sih, ngelesin. Namun, yang kali ini beda, aku ngelesin sempoa dan bahasa Inggris. Hihihihihiiii, kangen banget nggak pegang sempoa selama hampir 9 tahun ini. Seneng banget rasanya waktu dapet panggilan sempoa itu. Maklumlah, yang di lembaga waktu itu kan aku tolak, habisnya, waktunya nabrak sih. Makanya yang private kali ini aku terima, ngajarin anak kecil lagi, aduh, seneng banget deh. Hehee. Walaupun gaji juga sangat berbeda jauh dari yang dulu, tapi nggak apa-apa, masih lumayan kok buat beli bensin ataupun pulsaku sendiri. Jujur, aku nggak pengen minta uang ibu untuk urusan lainnya, kan urusan makan udah gratis...
Aku hanya berusaha nyelesein satu-persatu kegiatan yang sudah terlanjur aku ambil untuk satu tahun ini. Ya sebagai bentuk tanggung jawabku sih. Itung-itung juga biar ngerasain gimana enak dan nggak enaknya kehidupan di dunia kampus itu. Heheee
Okey, kalo ngomongin soal c*nt*, aku cuma bisa tersenyum simpul. Wkwkwkwk.
Emang bener ya lirik dalam lagu itu, “hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga. Hai, begitulah kata para pujangga”. Iya emang, dengan adanya cinta, hari terasa begitu berwarna, begitu indah dan begitu syahdu. #lebay beud# -.-“
Masih kuingat kalimatku waktu itu, jika semua orang berkata “tidak” padamu, di sini, ada aku yang siap untuk berkata “iya”, untukmu. Itu bukti keseriusan hatiku. Aku nggak main-main loh. Dulu emang, waktu SMA yang namanya pacaran ya semacam itu. Namun sekarang, persepsiku tentang apakah itu “pacaran” telah berbeda. Aku lebih mikir ini untuk masa depan. Nggak ada kata main-main lagi. Kalau selama ini tiap kali aku pacaran, itu karena mereka yang suka aku. Itu juga karena dikenalin. Belum pernah yang sama-sama saling suka ataupun aku yang emang suka. Nah yang sekarang justru aku yang suka sama seseorang. Aku nggak bisa apa-apa selain berdoa. Mungkin aku juga nggak akan seberani itu. Aku merasa bahwa kuliah masih lebih penting. Aku harus ngaca siapa aku, bisa apa aku. Dia sangat hebat, pinter, tenar, sedangkan aku? Aku terlihat kecil dibanding dia. Mungkin nanti kalau aku sudah berprestasi, punya kerjaan mapan, disegani orang, jadi orang penting, dsb, baru aku akan mencoba meraihnya. Hahaaa, munak juga sih. Dan terkesan sia-sia. Cemen. Tapi, ya emang seperti itulah yang aku pikirkan. Meskipun mereka bilang aku terlalu baik untuknya, namun bagiku, dia akan menjadi yang spesial untukku. Jujur, meskipun dengan alasan-alasan di atas, andaikan dia siap, aku mau. Ya, aku pasti mau. Aku siap, aku siap menjadi orang yang akan mendampinginya dalam keadaan apapun. (kadang aku tersadar, ngeri deh baca kalimat-kalimatku barusan).
Aku nggak akan mainin hatinya.
Namun, ya kembali lagi, entah dia tau atau tidak. Aku tidak berani berkata aku mencintainya, karena itu terlalu berat untuk dipertanggungjawabkan. Aku hanya berkata bahwa aku menyayanginya Ya, aku menyayangimu.
Semoga Tuhan selalu memberikan hal-hal yang nggak pernah disangka sebelumnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar