Malang, 6 April 2012 / 21:30
Posted by deastu at 21.27Minggu, 08 April 2012
Terdengar goresan air mata
di penghujung antara kelelahan dan kebangkitan
Tahukah kau, aku di sini menjerit dalam kesunyian
Menyapu segala upaya
Membangkitkan segala kenistaan
Lampu-lampu berkilauan seakan mencoba
Menepis simfoni yang luka
Lelah tak berobat
Geming tak berdawai
Gelora tak berujung
Jika dikata selesai, tidak
Kecewa, pasti
Namun, mawar tetaplah mawar
Merubahnya menjadi melati,
Bukanlah sebuah kemuliaan
Namun, sedap malam masih tetap berdendang
Meresap ke dalam sukma.
Dan kalian ?
Tertawalah.
Karena aku, hanya akan tersenyum simpul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar