Kamis, 14 Juni 2012
Posted by deastu at 19.19Rabu, 11 Juli 2012
Jujur, aku bener-bener panik persiapan menghadapi tes DELF. Entah akunya yang terlalu lebay kali ya? Kata mereka, nggak perlulah sepanik ini. Tes DELF A1 itu gampang. Semua juga bakalan lulus. Hmm, iya sih... Tapi, bagiku, tetep aja aku nderedeg. Ini pertama kalinya aku mau ikut ujian DELF. Ya kan jadi berasa gimana.....gitu. Sekali lagi, entah akunya yang terlalu lebay, atau merekalah yang sok-sok an bilang gitu biar aku nggak lebay.Hahaaa. Entahlah, yang penting tes akan tetap berjalan. Ya aku sih cuma berdoa semoga semuanya lancar dan hasilnya memuaskan. Aku juga udah bilang ke Faris tentang tes ini. Entah kenapa, setiap kali aku bilang ke dia tentang semua hal yang akan aku lakukan, jadi berasa tenaaaaang gitu. Dan aku yakin, diapun akan selalu ngedoain aku yang terbaik, di sana. Dan masalahnya sekarang, aku belum belajar. Buku persiapan DELF masih aku baca beberapa halaman. Sumpah, rasanya pengen cepet-cepet nyelesain soal-soal di buku itu.
Namun, apa daya, manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhanlah yang menentukan segalanya. Hihihiii.... pepatah yang maksa, banget.
Ajakan dari salah satu temanku itu sangat mulia. Main ke perpustakaan Batu. Aku belum pernah ke sana. Kayanya menarik deh. Dan yang lebih bikin aku pengen ikut, karena kita nanti ke sananya naik bus. Woooowww! Pasti seru. Dengan berpikir beberapa menit, akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Hmm, biar tenang, tak lupa kumasukkan buku DELF ini ke dalam tas dengan niatan lumayanlah ngebuka-buka dikit lagi nih buku sembari menikmati perjalanan. Kue, minum, jaket, dompet, dan beberapa keperluan lainnya sudah siap, dan........cusss! allez-y! Berangkatlah kita ke sana.
Bahagiaaaaaaa banget rasanya duduk di pinggir pintu bis, diiringi angin sepoi-sepoi, tak kusadari aku senyum-senyum sendiri. Untung aja nggak ada yang ngeliat. Hihihi.
Sampailah kita di perpustakaan itu. Kereeen! Bagus! Tempatnya emang sip dah! Tapi, sekali lagi tapi nih ya, ternyata perpustakaannya baru buka jam 2 siang. Fiuuwhfth,,,,,,,sekarang masih jam 10...
Walhasil, kita foto-foto aja di sekitar perpus. Kita juga memutuskan untuk ke JP1 tapi cuma di depannya aja, foto-foto... Ya, itung-itung mengisi waktu hingga jam 2 siang. Ntar kalo udah jam 2, kita balik ke perpus.
Sesampainya di JP, kok aku ngiler ya....?
Nanggung banget gitu rasanya. Udah nyampe di depan JP, tinggal cus aja masuk, udah bisa gila-gilaan di dalem. Sayangnya, aku nggak bawa uang banyak. Mereka juga. Karena kan tujuan awalnya ke sini emang ke perpus, bukan ke JP.
Tapi, mendadak salah satu temenku bilang dia bawa uang kok, 250 ribu. Aku bilang, “Ha??? 250? Wah, cukup itu! Ayo-ayo! Ke sana! Ayolah....”, sambil merengek-rengek.
Okelah, kita membeli tiket masuk dan begitu masuk ke dalam, hmm, nggak bisa diungkapin deh gimana rasa senengku. Enam tahun yang lalu aku ke sini, dan hari ini, aku kembali ke sini avec mes amis. Kita berlari ke manapun sesuka hati. Kita juga nyobain semua wahana. Ada beberapa hal menarik yang sedikit menggelitikku. Saat naik sebuah wahana yang namanya aku lupa, wahana itu berjalan maju dan sesekali mundur. Dalam kenderedegan itu, aku merasa, ada pelajaran hidup yang aku dapat. Ketika wahana ini melaju ke depan, wuih, rasanya menakutkan, cepet banget jalannya. Tapi, ketika wahana ini melaju ke belakang, alias mundur, secepet apapun jalannya, aku malah merasa enak, tenang, nyaman, pokoknya menyenangkan deh. Aku jadi inget tentang jalan hidup ini. Masa depan itu terkadang memang menakutkan. Kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana nanti. Rasanya seperti kecepatan yang terlalu dipaksakan. Tapi, ketika kita kembali ke masa lalu, ke dalam kenangan-kenangan itu, rasanya, hati ini terasa begitu nyaman. Hahaaa, sempet-sempetnya ya aku mikir gitu padahal yang lain pada teriak-teriak ketakutan.
Ada lagi, ketika ada di kolam ikan koi, banyak kulihat uang koin ada di dasar kolam. Kata temenku, itu koin permohonan. Iseng aja aku juga nyoba. Tetep dong, aku berdoa ke Allah. Setelah beberapa doa kupanjatkan, aku lempar aja uang koin ini ke dalam kolam itu. “Plung!”, dan ikan-ikanpun ramai berkejaran. Semoga, Tuhan mengabulkan doaku. Amin.
Dan masih banyak lagi wahana yang lainnya. Puuuuaaaaasssssss! Itu menurutku, nggak tau deh kalo yang lain. Hehee.
Nggak kerasa udah jam 3 sore, kita memutuskan untuk cus ke perpus trus cus pulang, kita takut keabisan bus. Uang abis, perut laper. Yasudah, kita cari ATM, mais.... ATM c’est trop loin ici. Alors, lebih baik kita makan dulu aja, ntar baru ke ATM. Padahal udah cari warung di pinggiran, tempatnya juga jauh dari JP, milih juga makanan yang biasa aja, eh kok ya tetep masih mahal aja toh??? Rawon sepiring aja 9 ribu. Hmm.... Kita ngumpulin uang yang masih tersisa di masing-masing dompet. Dan kita rasa, uang patungan masih cukup buat naik bus pulang, tanpa harus ke ATM.
Setelah puas makan dan ngobrol-ngobrol cantik, kita pergi ke perpustakaan.
Bener-bener nyaman tempatnya. Tapi sayang, cuma sebentar. Nggak ada setengah jam di sana. Aku juga belum puas. Lagi enak-enaknya baca majalah Elle, udah diajak pulang.
Yaaaaah............
Okelah, nanti kapan-kapan kita ke sini lagi, yang lama, biar puas.
Beberapa menit kemudian bus datang dan kamipun kembali ke Malang.
Di bus, salah satu temanku berkata, “Hmm kan....nggak jadi belajar lagi kan... Padahal udah bawa buku gramaire buat persiapan UAS.. Trus juga mau baca-baca di perpus Batu biar tambah pinter. Malah ke JP..... Yaaah.... Dasar! Hahaaaa”
Sambil menengok pemandangan dari jendela bus, dalam hati aku berujar, “Jadi anak muda itu enak ya. Biarin aja urusan dan kesibukan yang ada di belakang, yang penting kita seneng-seneng sekarang. Kapan lagi bisa kaya gini? Belum tentau momennya bisa pas kaya saat ini”. Aku juga jadi teringat dia, dia yang sekarang sudah berbahagia dengan yang lain, “Hmm, kamu bisa aja bahagia ke pantai bersama dia. Aku di sini juga bahagia kok. Bahkan sangat berbahagia. Ada teman-temanku, dunia baruku, percakapan bahasa Prancis yang mengasyikkan, ada semuanya deh di sini. Aku bisa tetep bahagia, tanpa kamu. Silahkan kamu bersenang-senang di sana. Aku juga bisa bersenang-senang di sini. Dan aku yakin, memang beginilah jalan terbaik dari hubungan kita. Semoga semuanya diberi yang terbaik. Amin.” Aku juga tiba-tiba teringat dia, dia yang selalu kusebutkan namanya dalam doaku, “Ahh, seandainya kamu tahu bagaimana aku, mas.. Andaikan pada akhirnya nanti kita disatukan, aku berani berkata pada mereka bahwa akulah orang yang paling berbahagia di dunia ini, karena aku bisa mendampingimu, selamanya”. Dan ketika pikiran ini mulai ngaco dengan pengandaian-pengandaian itu,segera kusadarkan alam bawah sadarku, “Hmm...mulai deh. Ngayal! Udah ahh, mending tidur aja. Hahaa”.
Dan beberapa menit kemudian, akhirnya kami tiba di Malang. Dari rumah, rasanya capek banget. Badan pegel-pegel. Tapi, itu semua segera terbayar dengan perasaan gembira yang nggak akan pernah ada habisnya.
Hahaaaa..
Lebay banget ya cerita ini rasanya????????
Hehehheheheheeeee
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar