Teruntuk kamu yang pernah membuatku bangkit.
Posted by deastu at 02.52Jumat, 13 Juli 2012
Tak terasa setahun sudah waktu berjalan. Setahun juga perjuanganku untuk bebas dari perasaan bersalah perlahan-lahan mulai membuahkan hasil.
Hari ini dan mungkin empat hari ke depan saatnya kamu berjuang.
Selamat, selamat menempuh ujian.
Suatu penyelasaian yang sekaligus akar dari permasalahan kita, dulu.
Memang tak ada kata yang terucap, tak ada kalimat yang tertuliskan, tak ada yang begitu tampak, karena aku hanya setidaknya mendoakan. Ya, mendoakan, dari sini.
Bahkan aku tak pernah tau sedang atau tidak sedangkah kamu saat ini.
Kalau memang sedang, aku mendoakan, sedikit mengingat.
Semoga kita sama-sama menjadi lebih baik untuk ke depannya.
Walau tak ada niatku untuk kembali padamu, aku tetap minta maaf.
Aku minta maaf atas segala sapaan yang tidak pernah aku balas lagi, atas ajakan yang tidak pernah aku terima lagi, atas permintaan maaf yang tidak pernah aku bahas lagi, atas rayuan yang tidak pernah aku hiraukan lagi, atas semua yang tidak pernah aku maui lagi.
Tidak, cukup, bagiku lebih baik aku dengan kehidupanku, dan kamu dengan kehidupanmu.
Segala yang dulu, aku harap bisa sama-sama dijadikan pelajaran berharga untuk kita.
Percayalah, memang beginilah perjalanan hidup manusia, oui, c’est la vie, monsieur....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar