Kamu itu Dahulu
Posted by deastu at 02.46Jumat, 13 Juli 2012
Jika matamu berat memandangku, ringankanlah kakimu pergi dariku.
Jika bibirmu terpaksa senyum padaku, relakanlah wajahmu tuk berpaling dariku.
Jika dirimu susah untuk melupakan kesalahanku, maka senanglah lidahmu untuk menghinaku.
Tapi, andai suatu hari nanti telingamu mendengar berita kematianku, ikhlaskanlah tanganmu untuk mengusap jasadku, dan bisikkan padaku sesuatu yang akan mengingatkanku.
Semoga kalimat terakhirmu dapat menjadi pelita dalam kamar gelapku dan menjadi bantal ketika tidur panjangku.
Maafkan atas semua kesalahanku...
Hmm.....
Aku Cuma bisa tersenyum simpul membaca pesan kemarin malam itu. Walau telah lama kuhapus jejakmu, namun aku tahu bahwa itu adalah dirimu. Ya, dirimu yang dulu pernah ada di hidupku.
Sudahlah, yang dulu hanyalah dulu. Tidak perlu minta maaf lagi. Aku sudah memafkan dari dulu. Oh, bukan, bukan hanya memaafkan, tapi aku juga memang telah melupakan.
Kamu nggak pernah tahu kan, dampak dari semua itu baru terlihat sekarang. Semuanya menjadi terbalik sekarang. Aku menganggap semuanya sama. Tidak ada yang spesial hingga detik ini. Aku hanya bisa tersenyum melihat yang terjadi sekarang.
Sudahlah tidak ada yang perlu disesali,..
Ya mungkin Tuhan sudah membukakan pikiran jernih kita masing-masing.
Permintaan maaf nggak ada artinya, yang penting sekarang bagaimana kamu memperbaiki hidupmu. Pasti ada hikmah dari ini semua.
Sudahlah..., bagiku kini, hidupku ya hidupku, hidupm ya hidupmu. Aku dengan duniaku, dan kamu, silahkan dengan duniamu, tanpa perlu lagi kamu kembali memasuki hidupku yang sekarang. Aku sudah berada jauh di depan, jelas aku tak ingin untuk kembali ke belakang.
Urusan perasaan, jujur, memang belum ada yang mengisi hati ini. Namun bukan berarti karena belum ada yang bisa menggantikanmu. Bukan. Sama sekali bukan. Bahkan hatiku sudah lama pergi dari masa-masa itu.
Aku Cuma tidak ingin mengulangi kesalahan. Aku hanya percaya sama Tuhan, tanpa harus aku ngoyo untuk mendapatkan “dia” yang aku mau. Ya just santai aja, nikmatin hidup. Aku berteman dengan siapa saja, tanpa ada perasaan apapun. Dan kamu, tidak perlu tahu tentang semua ini. Aku sudah malas untuk membahasmu.
Sudahlah, kita banyak rintangannya, dan perasaanku pun sudah tidak seperti dulu lagi...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 comments:
Posting Komentar